Alfattahgibs.sch.id-Pada 12 November 2025 — Dalam rangka memperkaya pengalaman belajar kontekstual, santri SMP Al Fattah Buduran melaksanakan kegiatan Pembelajaran Kokurikuler di tiga lokasi berbeda: Kebun Pak Budi, Cimory Dairyland Prigen, dan So Kressh Polowijen Malang. Kegiatan ini berlangsung serentak pada Rabu (12/11) dan diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh santri kelas 7, 8, dan 9.
Melalui kegiatan di alam terbuka ini, para santri tidak hanya memperoleh ilmu tentang sains dan lingkungan, tetapi juga belajar nilai kemandirian, kebersamaan, serta rasa syukur atas ciptaan Allah Ta’ala.
Di tengah rintik hujan, santri kelas 7 tetap bersemangat mengikuti kegiatan belajar di alam terbuka. Mereka mempraktikkan cara menanam hidroponik, menanam padi langsung di sawah mini, serta mengenal berbagai jenis hewan seperti burung merpati, iguana, dan kucing bengal. Selain belajar pertanian modern, para santri juga menikmati aktivitas panahan dan flying fox yang menumbuhkan keberanian serta kerja sama.
“Hal yang paling menyenangkan di Kebun Pak Budi adalah belajar sambil bermain saat hujan,” ungkap Aurelia Sofya Putri dengan gembira.
Sementara itu, santri kelas 8 mengikuti kegiatan “Bersama Berkarya, Berdaya, dan Berwirausaha” di Cimory Dairyland. Mereka belajar memerah susu sapi, membuat olahan susu dan milkshake, serta menonton film edukatif tentang pengolahan susu modern. Kegiatan ini memperkuat pemahaman tentang ekonomi dan kewirausahaan berbasis praktik langsung.

“Kami belajar cara memerah susu sapi dan membuat olahan susu. Seru sekali dan produknya enak!” ujar salah satu peserta dengan semangat.
Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap alam dan hewan.
Inovatif dan Mandiri di So Kressh Malang
Adapun santri kelas 9 menimba ilmu kewirausahaan di So Kressh, pelopor keripik buah di Indonesia. Dengan tema “Crispy Journey, Creative Mind”, mereka belajar mengolah buah dan sayuran menjadi keripik menggunakan teknologi vacum frying.

Pendiri So Kressh, Kristiawan, S.T.P., turut berbagi kisah inspiratif tentang perjuangan membangun usaha dari nol hingga menembus pasar internasional.
“Kesuksesan butuh ketekunan dan inovasi. Kalau kalian berani mencoba, kalian bisa punya usaha sendiri,” pesannya.
Melalui praktik produksi dan pengemasan langsung, para santri belajar memadukan ilmu pengetahuan, keterampilan hidup, dan peluang ekonomi.



