Alfattahgibs.sch.id–Suasana penuh semangat dan khidmat mewarnai pelaksanaan Imtihan dan Khotmul Qur’an Metode Ummi ke-4 yang digelar di Pondok Pesantren Al Fattah Sidoarjo, Ahad (18/01/2026).
Acara yang berlangsung di lapangan pondok pesantren ini diikuti oleh 38 santri tingkat SMP, terdiri atas 23 santri putra dan 15 santri putri. Para santri menunjukkan kemampuan mereka dalam tartil dan tahfidz Juz 30 sebagai hasil dari proses pembelajaran Al-Qur’an yang telah dijalani.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembelajaran Al-Qur’an Pondok Pesantren Al Fattah yang bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan santri terhadap Al-Qur’an, sekaligus meningkatkan kualitas bacaan dan hafalan sesuai dengan kaidah tajwid.
Kepala Pondok Pesantren Al Fattah, Nuris Fahruddin, S.Hum., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa manusia terbaik di sisi Allah adalah mereka yang mempelajari Al-Qur’an dengan benar, mengamalkannya dalam kehidupan, lalu mengajarkannya kepada orang lain.
“Melalui kegiatan Khotmul Qur’an dan Imtihan Metode Ummi ini, diharapkan para santri semakin cinta kepada Al-Qur’an, memiliki bacaan yang baik dan benar sesuai tajwid, serta istiqamah dalam membaca dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Prosesi inti berupa tartil dan Khotmul Qur’an dipandu oleh Mustakim, M.Pd.I, pembina sekaligus Trainer dari Ummi Foundation.
Dalam sesi Imtihan, para santri diuji pemahamannya terkait ghorib dan tajwid. Menariknya, wali santri juga diberi kesempatan untuk turut menguji putra-putri mereka, sehingga menambah kekhidmatan dan keterlibatan keluarga dalam proses pendidikan Al-Qur’an. *Faishal Irsandi



