Ridwan Manan, M.Pd
Kepala SMA Al Fattah
Makan sahur agar menjadi berkah dan bernilai ibadah, Islam memerintahkan agar mengikuti tuntunan Rasulullah. Berikut tuntunan dan adab makan sahur yang dicontohkan Rasulullah.
Perintah Allah Ta’ala supaya makan sahur
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ
Artinya: “Dan makan minumlah hingga jelas bagi kalian benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam.” (Al-Baqarah: 187).
Tuntunan Rasulullah dalam Makan Sahur
1. Dilaksanakan di akhir waktu
Dianjurkan makan sahur menjelang Subuh.
Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
لا يزالُ النَّاسُ بخَيرٍ ما عجَّلوا الفِطرَ عجِّلوا الفطرَ
“Manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Ibnu Majah)
Jadi, mengakhirkan waktu sahur dan didekatkan dengan saat adzan Subuh itu semakin baik, sebab batas akhir waktu sahur adalah saat masuk waktu shalat Subuh. Hikmahnya mengakhirkan makan sahur, kondisi tubuh masih segar, tenaga masih kuat karena asupan makan masih tersedia di badan dibandingkan mereka yang mengawali makan sahur sedangkan masuk waktu Subuh masih panjang sehingga tertidur.
2. Berdoa sebelum dan sesudah makan sahur
وروي عن السائب بن يزيد رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم نِعْمَ السَّحُوْرُ التَّمْر وَقَالَ يَرْحَمُ اللهُ الْمُتَسَحِّرِيْنَ
Artinya: “Diriwayatkan oleh As-Saib bin Zaid RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Sebaik-baik hidangan sahur adalah kurma.’ Rasulullah SAW lalu berdoa, ‘Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya bagi mereka yang bersahur.’” (HR. At-Thabarani)
3. Banyak beristigfar
Allah menyiapkan surga bagi orang yang bertakwa. Di antara ciri orang bertakwa adalah banyak beristigfar pada waktu sepertiga malam yang akhir (waktu sahur).
وَبِٱلْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
Artinya: “Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar.” (QS. Adzariyat: 18)
4. Makan dan minum tidak berlebih-lebihan
وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ
Artinya: “Dan makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)
5. Pembeda puasanya orang beriman
Diriwayatkan oleh Amr bin ‘Ash RA, ia menceritakan sabda Rasulullah SAW:
فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ
Artinya: “Sesungguhnya perbedaan antara puasa kita dan puasa ahli kitab adalah makan sahur.” (HR. Muslim)
6. Malaikat bershalawat kepada orang yang sahur
Dari Abu Sa’id Al Khudri yang menyebut bahwa Rasulullah SAW pernah berkata, Allah SWT dan para malaikat bersalawat atas orang-orang yang bersahur:
السُّحُورُ أَكْلَةٌ بَرَكَةٌ فَلَا تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جَرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ
Artinya: “Bersahur itu adalah suatu keberkahan, maka janganlah kamu meninggalkannya, walaupun hanya dengan seteguk air, karena Allah dan para malaikat bershalawat atas orang-orang yang bersahur (makan sahur).” (HR. Ahmad)



