100 Persen Lulusan SMA Al Fattah Sidoarjo Siap Menjadi Pengajar Al-Qur’an Metode Ummi

Alfattahgibs.sch.id — SMA Al Fattah Sidoarjo di bawah naungan Pondok Pesantren Al Fattah kembali menorehkan capaian membanggakan. Seluruh siswa kelas XII yang lulus pada Tahun Pelajaran 2025/2026, sebanyak 59 santri, dinyatakan memenuhi standar kompetensi sebagai pengajar Al-Qur’an Metode Ummi.

Pencapaian ini merupakan hasil dari program pembinaan Al-Qur’an yang dilaksanakan secara berkelanjutan selama masa pendidikan di pesantren dan sekolah. Selain mendapatkan pembelajaran akademik dan keislaman, para santri juga dibekali pelatihan intensif dalam membaca, memahami, dan mengajarkan Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid. Pada acara Haflatul Wada’ 2026, seluruh santri kelas XII secara resmi dikukuhkan sebagai pengajar Al-Qur’an Metode Ummi.

Kepala SMA Al Fattah, Ridwan Manan, M.Pd., menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan bagian dari visi sekolah dalam mencetak generasi Qurani yang siap memberikan manfaat bagi umat.

“Alhamdulillah, seluruh lulusan tahun ini telah memenuhi standar yang ditetapkan. Mereka tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga memiliki keterampilan dasar untuk mengajarkannya kepada anak-anak maupun masyarakat. Ini menjadi bekal berharga di mana pun mereka melanjutkan pendidikan,” ujarnya.

Program pembinaan Metode Ummi dilaksanakan secara bertahap, mulai dari tahsin, pendalaman tajwid, praktik mengajar, hingga evaluasi kompetensi. Seluruh proses dibimbing oleh para guru yang telah memiliki sertifikasi resmi Metode Ummi.

Dalam sambutan pengukuhan guru Al-Qur’an Metode Ummi, Ustadz Mustakim, M.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut.

“Hingga saat ini, sangat sedikit lembaga pendidikan yang mampu meluluskan seluruh siswanya dengan kompetensi mengajar Al-Qur’an Metode Ummi. Alhamdulillah, SMA Al Fattah berhasil mewujudkan capaian itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Program Al-Qur’an, Ustadzah Qurrata A’yun, S.Psi., menjelaskan bahwa kemampuan mengajar Al-Qur’an merupakan salah satu kompetensi unggulan lulusan SMA Al Fattah.

“Kami ingin para alumni tidak hanya sukses secara akademik, tetapi juga menjadi penyebar cahaya Al-Qur’an di tengah masyarakat. Mereka dapat mengajar di lingkungan keluarga, masjid, TPQ, maupun lembaga pendidikan lainnya,” jelasnya.

Capaian ini juga mendapat apresiasi dari para wali santri. Mereka menilai kemampuan mengajar Al-Qur’an merupakan bekal berharga yang akan menjadi nilai tambah bagi para lulusan di masa depan.

Keberhasilan 100 persen lulusan menjadi pengajar Al-Qur’an Metode Ummi semakin menegaskan komitmen SMA Al Fattah dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Kepala Pondok Pesantren Al Fattah, Ustadz Nuris Fahrudin, S.Hum., M.Pd., menegaskan bahwa keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari kelulusan akademik.

“Lulus sekolah adalah sebuah pencapaian, tetapi mampu mengajarkan Al-Qur’an kepada orang lain adalah warisan kebaikan yang nilainya jauh melampaui usia,” tuturnya.

Dengan bekal tersebut, para lulusan SMA Al Fattah Sidoarjo diharapkan mampu melanjutkan peran sebagai generasi Qurani yang membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *