Alfattahgibs.sch.id-Menjelang musim dingin di Kairo, suasana belajar di kalangan mahasiswa Indonesia di Universitas Al-Azhar semakin hidup. Bukan hanya disibukkan dengan kegiatan akademik di kampus, mereka juga aktif mengikuti berbagai kegiatan keilmuan di bawah naungan Al-Fattah Center, sebuah wadah pembinaan dan pengembangan bagi para penuntut ilmu asal Indonesia.
Salah satu di antara mereka adalah Tasya Nur Rahmah Habibah, mahasiswi asal Sidoarjo yang kini menempuh pendidikan di jurusan Syariah Islamiyah. Santri lulusan Pesantren Al-Fattah tahun 2025 ini mengungkapkan bahwa salah satu aktivitas yang paling berkesan di Al-Azhar adalah talaqqi—tradisi belajar langsung kepada para masyaikh.
“Mahasiswa Al-Azhar pada umumnya banyak mengikuti talaqqi untuk memperluas pemahaman dan mempermudah memahami materi yang diajarkan di kampus,” ujar Tasya.
Menurutnya, belajar di Al-Azhar memberikan pengalaman yang tidak sekadar akademis. “Hal menarik ketika belajar di sini adalah kesempatan untuk berinteraksi dengan teman-teman dari berbagai negara dan latar belakang mazhab. Dari situ, saya belajar banyak hal baru dan menjadi lebih menghargai perbedaan pilihan masing-masing orang. Kami juga bisa langsung mengaji kepada para masyaikh, mendapatkan doa, ilmu, bahkan sanad yang menjadi keberkahan tersendiri,” tambahnya.
Lebih dari sekadar tempat belajar, lingkungan Al-Azhar juga membentuk suasana kekeluargaan yang hangat di antara para mahasiswa. “Karena sama-sama jauh dari orang tua, kami saling menjaga, membantu, dan menganggap satu sama lain sebagai keluarga. Di sini banyak orang hebat yang menginspirasi, membuat kami semakin termotivasi dan memiliki pandangan hidup yang lebih luas ke depan,” tuturnya.
Manurut Mumtaz, mahasiwa Al-Azhar yang berangkat bersama Al-Fattah Center, saat ini, sekitar 30 mahasiswa—baik laki-laki maupun perempuan—berada di bawah naungan Al-Fattah Center. Lembaga ini menyediakan tempat tinggal dan berbagai fasilitas penunjang belajar, termasuk Rumah Firdaus, yang menjadi pusat kegiatan harian para penuntut ilmu. Di rumah ini pula diadakan bimbingan belajar yang dibina oleh para senior, guna membantu mahasiswa memahami pelajaran di Universitas Al-Azhar dengan lebih mendalam.
Musim dingin yang segera tiba mungkin akan membawa udara dingin ke Kairo, namun semangat para mahasiswa Al-Fattah untuk terus menuntut ilmu justru semakin menghangat. Dalam suasana persaudaraan dan keberkahan, mereka melangkah bersama, menjaga tradisi keilmuan Islam yang telah diwariskan berabad-abad lamanya di bumi para ulama ini.



