Menjaga Mutu Bacaan dan Hafalan Al-Qur’an, SMP Al-Fattah Gelar Munaqasah Tahfidz dan Tartil

Alfattahgibs.sch.id–Aula Pondok Pesantren Al-Fattah Sidoarjo menjadi lokasi pelaksanaan Munaqasah Al-Qur’an Metode Ummi pada Jumat (12/12/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 38 santri tingkat SMP, terdiri atas 23 santri putra dan 15 santri putri, sebagai bagian dari evaluasi kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an.

Munaqasah ini merupakan periode keempat pelaksanaan Program Tartil dan Tahfidz Juz 30, yang bertujuan menguji kemampuan santri dalam membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid serta menghafalkannya secara mutqin. Kegiatan diawali dengan sambutan pimpinan pesantren sebelum pelaksanaan ujian.

Kepala Pesantren Al-Fattah, Ustadz Nuris Fachruddin, S.Hum., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa munaqasah merupakan sarana untuk mengukur kemampuan santri dalam membaca Al-Qur’an secara tartil dan fasih, sesuai kaidah tajwid, memahami bacaan gharib, serta menjaga kelancaran hafalan. Melalui kegiatan ini, diharapkan kualitas bacaan Al-Qur’an santri semakin meningkat dan memenuhi standar Metode Ummi.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ustadz Mustaqim, M.Pd., yang memberikan arahan sekaligus motivasi kepada para santri agar tetap semangat dalam mengikuti ujian serta senantiasa menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Pelaksanaan munaqasah berlangsung dengan khidmat dan penuh keseriusan. Para santri mengikuti ujian yang mencakup lima aspek utama, yaitu:

  1. Tartil, sebagai aspek utama dalam Metode Ummi yang menekankan bacaan Al-Qur’an yang benar, tertib, dan terjaga.
  2. Tajwid, yang menilai ketepatan penerapan hukum-hukum bacaan sebagai bagian tak terpisahkan dari tartil.
  3. Fasahah, untuk mengukur kefasihan bacaan, meliputi ketepatan makhraj dan sifat huruf.
  4. Gharib, yang menguji penguasaan bacaan lafaz-lafaz yang jarang ditemui dalam Al-Qur’an sesuai standar Ummi.
  5. Tahfidz, yang menilai kelancaran dan kemantapan hafalan (mutqin) sebagai aspek pendukung munaqasah.

Sementara itu, Ustadzah Qurrota A’yun, S.Psi., selaku penanggung jawab Metode Ummi di pesantren, menjelaskan bahwa munaqasah merupakan tahap evaluasi penting dalam proses pembelajaran Al-Qur’an bagi santri.

Melalui pelaksanaan Munaqasah Al-Qur’an Tahfidz dan Tartil Metode Ummi ini, diharapkan para santri semakin disiplin, terukur, dan konsisten dalam membaca serta menghafal Al-Qur’an. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana pembinaan yang efektif dalam membentuk generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu membaca dan menghafal, tetapi juga mencintai dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *