Alfattahgibs.sch.id–Pendidikan anak tidak semestinya dibangun hanya berdasarkan ambisi orang tua. Orang tua tidak hanya dituntut mencukupi kebutuhan fisik dan akademik anak, tetapi juga bertanggung jawab menanamkan tauhid dalam dirinya.
Hal tersebut disampaikan Ustadz Selamet Junaedi dalam pengajian rutin Ahad kedua Pondok Pesantren Al Fattah Sidoarjo, Ahad (9/8/2026). Kegiatan yang diikuti wali santri, asatidz, dan santri tersebut mengangkat tema “Merdeka Mendidik Anak yang Sesungguhnya”.
Dalam kajiannya, Ustadz Selamet mengajak jamaah belajar dari keteladanan Luqman dalam mendidik putranya sebagaimana digambarkan dalam Surat Luqman. Luqman membimbing anaknya dengan kasih sayang, keteladanan, nasihat, dan penanaman tauhid.
Orang tua memiliki tanggung jawab menanamkan keyakinan kepada anak bahwa hanya Allah tempat bergantung, memohon pertolongan, dan menyembah.
Tanggung jawab tersebut menjadi semakin penting di tengah berbagai tantangan pendidikan anak pada era digital. Anak berhadapan dengan pengaruh media sosial, budaya populer, tekanan pergaulan, dan tuntutan prestasi.
Pengajian bulanan ini sekaligus menjadi ruang refleksi bagi wali santri dan asatidz Pondok Pesantren Al Fattah. Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga dan lembaga pendidikan. Keduanya perlu berjalan seiring dalam membangun karakter, akhlak, dan tauhid anak.

Dari Luqman, para orang tua belajar bahwa mendidik anak merupakan proses panjang yang membutuhkan ilmu, kesabaran, keteladanan, dan kasih sayang. Tujuan akhirnya bukan sekadar membuat anak sukses menjalani kehidupan, tetapi menuntunnya menjadi manusia yang merdeka dari penghambaan kepada selain Allah.
Melalui pengajian rutin tersebut, Pondok Pesantren Al Fattah berupaya memperkuat kebersamaan antara orang tua dan pesantren dalam mendidik generasi yang beriman, berakhlak, dan mandiri.
Informasi lebih lanjut mengenai SMP dan SMA Al Fattah Sidoarjo dapat diperoleh melalui:
SMP Al Fattah: 0812-2953-1805
SMA Al Fattah: 0812-2953-1801



