Alfattahgibs.sch.id-Keluarga besar Al Fattah Center – perkumpulanan para mahasiswa Al Azhar yang berada dalam naungan Pesantren Al Fattah – merayakan Idul Adha 1447 H dengan penuh khidmat, kebersamaan, dan rasa syukur. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 27 Mei 2026, diawali dengan rihlah spiritual menuju Masjid Al-Fattah Al-Alim di kawasan New Administrative Capital (NAC), Mesir.
Masjid yang diresmikan pada 2019 tersebut merupakan salah satu ikon arsitektur Islam modern di Mesir dan mampu menampung ribuan jamaah. Sejak sebelum Subuh, para mahasiswa dan civitas Al Fattah Center telah bersiap menuju masjid untuk menunaikan Shalat Iduladha. Suasana perjalanan terasa khusyuk dengan lantunan takbir yang menggema sepanjang jalan.
Setelah Shalat Id, para peserta mengabadikan momen kebersamaan di pelataran masjid sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi penyembelihan hewan kurban di kawasan Hay Tasi, Madinat Nasr, Kairo. Alhamdulillah, pada tahun ini Al Fattah Center kembali dapat melaksanakan ibadah kurban dengan menyembelih seekor kambing.
Meski harus menunggu antrean cukup lama, seluruh peserta tetap bersemangat hingga proses penyembelihan selesai. Daging kurban kemudian dibawa ke sekretariat Al Fattah Center di Jalan 12 Saeed Zakariya, Hay Sifarat, Madinat Nasr, untuk dicacah dan didistribusikan.
Sebagian daging disalurkan kepada para mustahiq sebagai bentuk kepedulian sosial, sementara sebagian lainnya diolah menjadi hidangan gulai dan sate yang dinikmati bersama dalam acara kebersamaan keesokan harinya.
Rangkaian kegiatan ini menjadi pengingat bahwa Iduladha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga tentang keikhlasan, pengorbanan, dan penguatan ukhuwah. Melalui momentum ini, keluarga besar Al Fattah Center semakin mempererat persaudaraan sekaligus menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama.
Semoga Allah Ta’ala menerima amal ibadah dan kurban yang telah ditunaikan, melimpahkan keberkahan kepada keluarga besar Al Fattah Center, serta senantiasa mempersatukan hati dalam kebaikan dan perjuangan menuntut ilmu. Usama Nabhan Asshidiqy



