Dari Kairo untuk Indonesia: 700 Lulusan Al-Azhar Siap Menebar Cahaya Ilmu

Alfattahgibs.sch.id-Cairo International Conference Center Al-Manarah menjadi saksi momen bersejarah bagi ratusan mahasiswa Indonesia pada Wisuda PPMI Mesir 2025, Selasa (4/11/2025). Dalam suasana khidmat dan penuh haru, acara ini mempertemukan dua dunia keilmuan — Indonesia dan Mesir — yang disatukan oleh cahaya ilmu dan semangat dakwah.

Acara megah ini dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Bapak Luthfi Rauf, M.A., beserta jajaran KBRI Kairo, serta sejumlah tokoh terkemuka dari Universitas Al-Azhar, di antaranya Rektor Al-Azhar, Dr. Salamah Jum‘ah Ali Dawud, dan Dukturah Nahlah Shabri Sa‘idi, Penasehat Grand Syekh Al-Azhar untuk Urusan Mahasiswa Asing.

Pembukaan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mesir yang menggema penuh khidmat. Para wisudawan tampil gagah dengan kalkula dan torbush, sementara para wisudawati tampak anggun mengenakan kebaya hitam dan kerudung putih — melambangkan harmoni antara tradisi Nusantara dan keagungan ilmu Al-Azhar.

Pesan Penuh Hikmah dari Dukturah Nahlah Sa‘idi

Dalam pidato yang menggetarkan hati, Dukturah Nahlah Sa‘idi menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan akademik, melainkan mahkota dari jihad ilmiah dan moral yang ditempuh dengan sabar dan istiqamah.

“Al-Azhar hari ini bergembira seperti ayah yang bangga kepada anak-anaknya. Kalian bukan hanya penuntut ilmu, tetapi pewaris risalah Al-Azhar — pembawa pesan kemanusiaan dan moderasi ke seluruh dunia,” ujarnya.

Beliau mengingatkan bahwa ijazah bukan sekadar hiasan di dinding, tetapi amanah yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

“Barang siapa tidak mengambil manfaat dari ilmunya, maka ia telah mengkhianati amanah ilmu. Dan siapa menjadikan ilmunya untuk kesombongan, maka Allah akan mencabut keberkahannya,” pesan beliau.

Menutup pidatonya, Dukturah Nahlah berpesan agar para lulusan kembali ke tanah air sebagai duta Al-Azhar yang membawa pesan rahmah, hikmah, dan keadilan.

“Indonesia menanti kalian — ulama yang memadukan kedalaman ilmu syar‘i, keluasan akal, dan kesadaran zaman.”

Prosesi Takrīm dan Yudisium

Acara dilanjutkan dengan prosesi takrīm (penghormatan) bagi sepuluh lulusan terbaik yang menerima penghargaan dari para tamu kehormatan. Suasana haru menyelimuti ruangan ketika Syekh Abdul Aziz Syihawi memimpin doa, memohon agar ilmu para lulusan menjadi cahaya penerang bagi umat.

Prosesi yudisium mencakup satu lulusan program doktoral, sepuluh lulusan magister berpredikat mumtāz (cumlaude), serta sekitar 700 wisudawan program sarjana dari berbagai fakultas: Syariah, Ushuluddin, Dakwah, dan Bahasa Arab.

Jembatan Keilmuan dan Dakwah

Wisuda PPMI Mesir 2025 bukan hanya peneguhan akademik, tetapi juga ikrar keilmuan dan kebangsaan. Para lulusan diharapkan menjadi jembatan antara nilai-nilai Islam klasik dan tantangan zaman modern, membawa semangat wasathiyah Al-Azhar ke tengah masyarakat Indonesia.*Usama Nabhan Assidiqy

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *