Adab dan Keutamaan Berbuka

Ridwan Manan, MPd.
Kepala SMA Al Fattah

Berbuka merupakan waktu yang paling ditunggu oleh setiap muslim yang menjalankan ibadah puasa. Setelah seharian menahan lapar dan dahaga, tibalah saat untuk mengakhiri puasa. Namun, sebagaimana ibadah lainnya, berbuka puasa juga hendaknya dilakukan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ agar bernilai ibadah dan mendapatkan pahala.

Bagaimana cara berbuka yang bernilai pahala? Berikut beberapa adab berbuka sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.

1. Memperbanyak Doa Sebelum Berbuka

Salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa adalah saat menjelang berbuka puasa. Rasulullah ﷺ bersabda:

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak: (1) pemimpin yang adil, (2) orang yang berpuasa ketika berbuka, dan (3) doa orang yang dizalimi.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

Saat berbuka adalah waktu yang sangat baik untuk berdoa, karena pada saat itu orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri kepada Allah SWT.

2. Menyegerakan Berbuka

Rasulullah ﷺ menganjurkan umatnya untuk menyegerakan berbuka ketika waktu Maghrib telah tiba, yaitu ketika matahari telah terbenam.

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَال: لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”
(Muttafaqun ‘alaih)

Menyegerakan berbuka juga bermanfaat bagi kesehatan, karena dapat mengembalikan kondisi tubuh yang lelah setelah seharian berpuasa sehingga tubuh kembali segar dan siap menjalankan ibadah pada malam hari.

Selain itu, Rasulullah ﷺ juga bersabda:

لاَيَزَالُ الدِّيْنُ ظَاهِرًا مَا عَجَّلَ النَّاسُ الْفِطْرَ، لِأَنَّ الْيَهُوْدَ وَ النَّصَارَى يُؤَخِرُوْنَ

“Agama ini akan senantiasa berjaya selama manusia menyegerakan berbuka, karena orang-orang Yahudi dan Nasrani mengakhirkan berbuka.” (HR. Abu Dawud)

3. Membaca Doa Berbuka

Setelah membatalkan puasa, dianjurkan untuk membaca doa berbuka.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: ذَهَبَ الظّـَمَأُ وَابْتَلّـَتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

“Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah.”
(HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i)

4. Berbuka dengan Kurma atau Air

Rasulullah ﷺ memiliki kebiasaan berbuka dengan kurma sebelum melaksanakan salat Maghrib. Jika tidak ada kurma, beliau meminum air.

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ عَلَى رُطَبَاتٍ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتُمَيْرَاتٌ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تُمَيْرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

“Nabi ﷺ biasa berbuka sebelum salat dengan beberapa butir kurma basah. Jika tidak ada kurma basah, maka dengan kurma kering. Jika tidak ada kurma kering, beliau meminum beberapa teguk air.” (HR. Abu Dawud)

5. Tidak Berlebih-lebihan dalam Makan

Saat berbuka puasa, seseorang tidak dianjurkan makan dan minum secara berlebihan. Makan berlebihan dapat menyebabkan kekenyangan sehingga mengganggu kenyamanan dalam menjalankan ibadah malam seperti salat Tarawih.

Allah SWT berfirman:

۞ يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang indah setiap memasuki masjid. Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *