Alfattahgibs.sch.id– Yayasan Pondok Pesantren Al Fattah Sidoarjo menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 di Prigen, pada Senin-Selasa, 22–23 Juni 2026.
Raker diikuti oleh Dewan Pengasuh, Pengurus Yayasan, para kepala unit pendidikan (Pesantren, SMP, dan SMA), serta para asatidz. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyusun arah pengembangan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masa depan.
Pada sesi pemaparan program, Kepala SMA Al Fattah, Ridwan Manan, M.Pd., menyampaikan berbagai program unggulan yang dirancang untuk memperkuat kompetensi santri dalam menghadapi era digital, teknologi, dan ekonomi kreatif.
Ridwan menegaskan bahwa pengembangan kompetensi digital tidak mengurangi perhatian pesantren terhadap pendidikan keislaman. Selama ini, Pondok Pesantren Al Fattah telah dikenal dengan penguatan ilmu-ilmu diniyah melalui pembelajaran Al-Qur’an, bahasa Arab, kitab-kitab turats, serta pembinaan akhlak dan karakter santri. Fondasi keilmuan tersebut tetap menjadi prioritas utama dalam pendidikan di Al Fattah.
“Di samping penguatan ilmu-ilmu diniyah yang telah menjadi ciri khas Al Fattah, santri juga perlu dibekali kemampuan dan keterampilan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Karena itu, kami menghadirkan berbagai ekstrakurikuler berbasis teknologi dan digital sebagai bekal mereka menghadapi masa depan,” ujarnya.
Salah satu keputusan penting dalam Raker tahun ini adalah penambahan lima ekstrakurikuler baru yang dirancang untuk mengembangkan kompetensi abad ke-21 sekaligus menyalurkan minat dan bakat santri, yaitu:
1. Digital Marketing
Membekali santri dengan jiwa kewirausahaan, kemampuan bisnis, inovasi produk, serta keterampilan kepemimpinan.
2. Jurnalistik Digital
Melatih kemampuan menulis artikel, reportase, fotografi, dan pengelolaan media digital.
3. Content Creator Academy
Mengembangkan keterampilan pembuatan konten dakwah edukatif, desain visual, videografi, serta personal branding yang positif.
4. Artificial Intelligence (AI)
Mengenalkan pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial untuk pembelajaran, riset, dan peningkatan produktivitas.
5. Robotic Club
Mengembangkan kemampuan rekayasa teknologi, coding, problem solving, inovasi, serta kerja kolaboratif.
Melalui penguatan ilmu-ilmu syar’i dan pengembangan keterampilan digital secara bersamaan, SMA Al Fattah berkomitmen melahirkan generasi muslim yang memiliki kedalaman ilmu agama, berakhlak mulia, sekaligus mampu beradaptasi dan berkontribusi dalam perkembangan teknologi modern.
Dengan langkah ini, Al Fattah berharap dapat mencetak kader-kader umat yang tidak hanya siap menjadi ulama, dai, dan pemimpin masyarakat, tetapi juga mampu menjadi pelaku perubahan di berbagai bidang strategis pada era digital.



